Minggu, 12 Februari 2017

teori pemrosesan informasi

Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternaladalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu, (1) motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik. Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.

Komponen pertama dari sistem memori yang dijumpai oleh informasi yang masuk adalah registrasi penginderaan. Registrasi penginderaan menerima sejumlahbesar informasi dari indera dan menyimpannya dalam waktu yang sangat singkat, tidak lebih dari dua detik. Bila tidak terjadi suatu proses terhadap informasi yang disimpan dalam register penginderaan,maka dengan cepat informasi itu akan hilang.Keberadaan register penginderaan mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan. Pertama, orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Kedua, seseorang memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat dalam waktu singkat masuk ke dalam kesadaran, (Slavin, 2000: 176).

Informasi diterima oleh manusia melalui indera. Penerima informasi awal pada indera ini disebut sebagai memori sensorik (sensorymemory). Menurut penelitian, informasi dari penglihatan hanya dapat bertahan kurang darisedetik di memori sensorik, sedangkan informasi dari pendengaran dapat bertahan tiga sampai empat detik. Jika perhatian tidak diberikan pada informasi tersebut maka mereka akan hilang. Namun jika perhatian diberikan maka informasi akan diteruskan menuju memori jangka pendek (short term memory) yang dapat mempertahankan informasi hingga 15 detik.

Berdasar penjelasan tersebut kita dapat menyadari akan peran penting perhatian atau konsentrasi dalam memproses suatu informasi. Ratusan atau ribuan informasi sebenarnya berada di depan kita setiap saat. Namun jika kita tidak memperhatikannya maka sekian banyak informasi itu tidak akan memasuki pikiran.Apa yang terjadi pada informasi di memori jangka pendek? informasi tersebut juga akan hilang jika kita tidak mengulang-ngulang perhatian padanya. Namun jika pengulangan dilakukan maka informasi dapat diteruskan kememori jangka panjang (long term memory). Para peneliti menyatakan bahwa memori jangka panjang dapat menyimpan informasi sangat lama, tergantung pada penggunaannya. Jika teknik untuk meneruskan informasi ke memori jangka panjang adalah melalui pengulangan, kita menyebutnya sebagai proses menghafal ataumengingat.Cara kedua untuk meneruskan informasi ke memori jangka panjang adalah dengan memahami (encoding).

Maksudnya adalah menghubungkan informasi baru tersebut dengan berbagai informasi lama yang telah kita miliki (tersimpan dalam memori jangka panjang sebelumnya). Cara kedua ini diyakini membuat informasi dapat lebih tahan lama dimemori kita. Selain itu dengan memahami maka semua informasi akan lebih bermanfaatdalam aplikasi kehidupan sehari-hari.Berbagai informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjang, sewaktu-waktu dapat dipanggil oleh memori jangka pendek jika kita memerlukannya (misalnya ketika menghadapi masalah tertentu). Hingga saat ini para ahli belum dapat menentukan secara pasti berapa kapasitas penyimpanan memori jangka panjang manusia. Karena itu dikatakanbahwa kapasitas memori jangka panjang kita tidak terbatas.

26 komentar:

  1. jelaskan tujuan umum penggunaan pendekatan inkuiri pada siswa dalam proses belajar mengajar ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Metode Inkuiri: merupakan pendekatan belajar dengan menggunakan pendekatan induktif dimana belajar mencakup proses berfikir dari hal-hal yang khusus kepada hal-hal yang bersifat umum yang dimulai dengan upaya guru memperkenalkan sejumlah contoh konsep yang spesifik. Para siswa mempelajari contoh itu dan mencoba menyimpulkannya dengan cara membuat pertanyaan atau kalimat yang sesuai dengan karakteristik konsep tersebut.Metode inimerupakan salah satu pendekatan yang digunakan oleh para pengembang kurikulum khususnya di sekolah-sekolah.Alasan mereka menggunakan pendekatan inkuiri yaitu untuk meningkatkan keterikatan antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Setiap guru yang menggunakan pendekatan ini secara langsung akan menerapkan proses belajar mengajar dikelas secara aktifkarena siswa akan terlibat langsung dalam memahami suatu pembelajaran.Karakteristik pembelajaran inkuiri diawali dengan mengajukan pertanyaan atau berbasis masalah yang menjadikan siswa muncul rasa ingin tahu dan berusaha mencari tahu apa jawaban dari pertanyaan itu atau memecahkan masalah tersebut. Dengan diterapkannya pendekatan ini oleh guru, akan menjadikan kondisi kelas yang pasif, pembelajaran yang tidak menyenangkan dan munculnya rasa kebosanan siswa dikelas saat pembelajaran berlangsung dapat teratasi. Namun, dalam penerapan pendekatan inkuiri ini, seorang guru tidak bisa mengharapkan langsung berhasil jika digunakan sekali saja, diperlukan latihan yang terus-menerus.

      Hapus
  2. sedikit menambahkan
    Menurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
    1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
    2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
    3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedikit menambahkan
      Maksud gambar yang anda jelaskan dari panca indra kita, informasi dimasukkan kedalam memori kita lalu dengan adanya perhatian kita memilih dari sekian banyak informasi yang kita terima sehingga masuk ke memory jangka pendek kita lalu dilakukan terus latihan atau pengulangan sehingga ia akan menjadi memori jangka panjang.Namun jika tidak adanya pengulangan maka informasi yang diterima akan mudah dilupakan. Untuk mudah dingat bisa dilakukan dengan pengkodean mengenai informasi yang didapat yang sudah masuk di memori jangka pendek

      Hapus
  3. Bagaimana cara anda jika telah menjadi guru nanti agar membuat suasana proses pembelajaran berjalan efektif, sehingga informasi yang anda berikan ke siswa dapat masuk ke memori jangka panjang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan membuat suasana yang sangat nyaman ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, dan semaksimal mungkin saya akan selalu membawa alat peraga ataupun media lainnya. sebab, praktik saat belajar lebih membuat siswa paham ketimbang dengan teori saja

      Hapus
  4. bagaimana caranya agar memory jangka panjang dapat terus teringat di memory siswa dalam memahami materi !

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan cara selalu membantu siswa untuk memanggul.memory tsb dgn cara latian soal dsb

      Hapus
  5. bagaimana suatu informasi dapat menjadi ingatan jangka panjang? lalu apa yang harus dilakukan agar setiap informasi yang diterima dapat menjadi ingatan jangka panjang? jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Proses masuknya informasi ke dalam ingatan jangka panjang tetap melalui tahap memori sensoris. Pada tahap ini informasi dari luar yang diterima oleh indera diubah menjadi impuls-impuls neural sesuai dengan masing-masing fungsi indera, kemudian impuls-impuls neural yang mengandung informasi ini diteruskan ke ingatan jangka pendek. Setelah informasi masuk ke dalam ingatan jangka pendek, di seleksi sedemikian rupa mana yang dianggap penting dan tidak, kemudian diteruskan ke ingatan jangka panjang.
      Sebelum masuk ke ingatan jangka panjang, informasi yang telah disaring pada ingatan jangka pendek, perlu dilakukan proses semantic atau imagery coding. Dalam proses ini arti dari informasi dianalisis lebih jauh lagi. Misalnya saat kita mendengar seseorang yang mengatakan, “Atun dihina oleh Nana sampai sakit hati”, maka kita tidak hanya mengerti arti masing-masing kata dalam kalimat tersebut, tetapi kita juga berusaha mengerti apa yang terjadi sebenarnya dari keseluruhan kalimat tersebut. Sebaliknya bila kita mendengar kata-kata lain yang unsurnya sama, seperti “Nana dihina Atun sampai sakit hati”, maka kita tahu bahwa yang terjadi sekarang berbeda dari yang pertama. Dalam kedua kalimat tersebut kalau kita mengingat arti dari kata-kata dalam keseluruhan kalimat itu, maka kita sedang melakukan semantic coding; tetapi kalau kita membayangkan reaksi dari Atun atau Budi dalam peristiwa itu, maka kita melakukan imagery coding.
      Jadi, ingatan jangka panjang akan melakukan penyaringan informasi berdasarkan arti dari informasi tersebut, makna, keadaan emosi, gambaran akibat dan sebagainya, oleh karena itu penyimpanan informasi dapat berlangsung secara permanen.
      Tujuan sebuah informasi dimasukkan ke dalam memori jangka panjang adalah untuk Anda ingat selamanya. Hebatnya, ingatan yang telah tersimpan dalam ingatan jangka panjang bisa anda munculkan kembali saat Anda menginginkannya. Kemampuan mengenang atau menarik ingatan kembali ini disebut recall memory. Ketika seseorang yang anda sayangi pergi dari sisi anda, mungkin anda akan mengingat kembali kenangan-kenangan yang tersimpan dalam memori jangka panjang Anda. Anda dapat mengingat dengan sangat detil bahkan tanpa Anda sadari bahwa Anda telah menyimpan informasi tersebut. Anda mungkin mengenang tempat di mana Anda menghabiskan waktu dengan orang tersebut dengan mengingat pemandangan, bau dan bahkan perasaan dengan akurasi yang mengejutkan.

      Hapus
  6. Bagaimana cara kerja sistem memory jangka pendek ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. William James (1842-1910) mendefinisikan STM tidak pernah meninggalkan kesadaran dan senantiasa menyediakan “tayangan” peristiwa-peristiwa yang telah dialami. . Model memori kerja menyanggah pandangan bahwa STM hanyalah sekedar suatu “kotak” dikepala, semacam unit pemrosesan sederhana tempat informasi dikirim ke LTM, atau lenyap.

      Tempat penyimpanan STM kapasitasnya terbatas, dan terdapat pertukaran yang konstan antara kapasitas penyimpanan dan kemampuan pemrosesan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lloyd Peterson dan Margaret Intons-Peterson atau yang biasa disebut dengan teknin Brown-Peterson mengemukakan bahwa kapasitas kita untuk menyimpan informasi dalam suatu area penyimpanan sementara bersifat sangat terbatas dan rentan terhadap memudarnya informasi dengan cepat.

      Hapus
  7. tolong jelaskan penggunaan multimedia dalam pembelajaran? apakah berpengaruh terhadap proses penangkapan informasi oleh siswa?

    BalasHapus
  8. menurut Anda penggunaan multimedia apakah sudah tepat untuk menyampaikan informasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan baru dimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran, ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video.

      Hapus
  9. Jelaskan registrasi penginderaan.

    BalasHapus
  10. faktor apa yang mempengaruhi informasi hanya masuk sampai tahap short term memory dan tidak sampai pada tahap penyimpanan long term memory?

    BalasHapus
  11. mengapa anak kecil memiliki ingatan yang tajam dan semakin bertambah usia ketajaman ingatan mulai berkurang? bagaimana kaiatan hal ini dengan teori pemrosesan informasi?

    BalasHapus
  12. Bagaimana proses masuknya informasi ke dalam longterm memory ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Informasi diterima oleh manusia melalui indera. Penerima informasi awal pada indera ini disebut sebagai memori sensorik (sensorymemory). Menurut penelitian, informasi dari penglihatan hanya dapat bertahan kurang darisedetik di memori sensorik, sedangkan informasi dari pendengaran dapat bertahan tiga sampai empat detik. Jika perhatian tidak diberikan pada informasi tersebut maka mereka akan hilang. Namun jika perhatian diberikan maka informasi akan diteruskan menuju memori jangka pendek (short term memory) yang dapat mempertahankan informasi hingga 15 detik.

      Hapus
    2. untuk meneruskan informasi ke memori jangka panjang adalah dengan memahami (encoding). Maksudnya adalah menghubungkan informasi baru tersebut dengan berbagai informasi lama yang telah kita miliki (tersimpan dalam memori jangka panjang sebelumnya). Cara kedua ini diyakini membuat informasi dapat lebih tahan lama di memori kita. Selain itu dengan memahami maka semua informasi akan lebih bermanfaat dalam aplikasi kehidupan sehari-hari.

      Hapus
  13. Apakah faktor stimulus berperan penting dalam pemrosesan informasi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. stimulus sangat berperan penting dalam pemrosesan informasi sebab:
      proses belajar berlangsung, sangat ditentukan oleh sistem informasi dari pesan tersebut. Oleh sebab itu, teori sibernetik berasumsi bahwa tidak ada satu jenispun cara belajar yang ideal untuk segala situasi. Sebab cara belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi.
      Asumsi teori belajar sibernetik (Lusiana, 1992):

      Antara stimulus dan respon terdapat suatu seri tahapan pemrosesan informasi di mana pada masing-masing tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu.
      Stimulus yang diproses melalui tahapan-tahapan tadi akan mengalami perubahan bentuk atau pun isinya.
      Salah satu dari tahapan mempunyai kapasitas terbatas.

      Hapus
  14. sedikit menambahkan
    Menurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
    1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
    2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
    3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran

    BalasHapus
  15. jelaskan dengan menggunakan contoh ke delapan tahapan proses pembelajaran menurut Gagne yang telah anda sebutkan?

    BalasHapus