Minggu, 29 Januari 2017


LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang. pendidikan memiliki nilai yang strategis dan urgen dalam pembentukansuatu bangsa. Pendidikan juga dapat dikatakan sebagai suatu upaya untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa tersebut. Sebab lewat pendidikanlah akan diwariskan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa tersebut.

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada setiap individu disepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungan hidupnya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal seperti di sekolah-sekolah, tidak lain adalah bertujuan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Semua interaksi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, antara lain terdiri atas peserta didik, pendidik, materi pembelajaran dan peralatan media pembelajaran. Oleh sebab itu media pembelajaran merupakan suatu yang mesti ada dan benar-benar di perhatikan, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

Kata media berasal dari bahasa latinmediusyang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. MenurutGerlach dan Ely (1971)mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. 

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat si penerima pesan. Di dalam proses penyampaian informasi ini dengan menggunakan saluran (media) maka komunikan akan menerima informasi/pesan tersebut melalui kelima panca inderanya (penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman dan pengecap).

Dalam pengertian ini, guru, buku teks dan lingkungansekolah merupakan media.Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.Ada beberapa jenis media pembelajaran yaitu, teks, media audio, media visual, media proyeksi gerak, dan manusia.

Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasasan filosofis, psikologis, teknologis dan empiris.




1.Landasan filosofis

Menurut Daryanto (2010:12) memaparkan landasan filosofis penggunaan media pembelajaran yaitu bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi.
Siswa dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilhan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadapsiswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain,maka baik menggunaka media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.


2. Landasan psikologis.

Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasanpersepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinuum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat.

Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). MenurutBruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.

Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.

Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbol.Salah satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam pembelajaran adalah kerucut pengalaman Dale(Dales Coneof Experience).

Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran. Kerucut pengalaman Dale diatas mengklasifikasikan media berdasarkanpengalaman belajar yang akan diperoleh oleh peserta didik, mulai dari pengalaman belajar langsung, pengalaman belajar yang dapat dicapai melalui gambar, dan pengalaman belajar yang bersifat abstrak. Materi yang ingin disampaikan dan diinginkan peserta didik dapat menguasainya disebut sebagai pesan. Guru sebagai sumber pesan menuangkan pesan-pesan dalam simbol-simbol tertentu (encoding)dan peserta didik sebagai penerima menafsirkan simbol-simboltersebut sehingga dipahami sebagai pesan (decoding).


3.Landasan teknologis

Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, penilaian proses dansumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis maslaha, mencari cara pemecahan, melaksankan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalahan dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen system pembalajaran yang telah disusun dalm fungsi desain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi system pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik dan latar.


4. Landasan empiris.

Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film.
Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

22 komentar:

  1. jelaskan bagaimana cara pemilihan media yang dapat menarik perhatian siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tugas pengguna adalah memilih media yang tepat dengan kebutuhan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa dan karakteristik materi pembelajaran. Tentu saja hal ini tidaklah mudah, diperlukan analisis dan pertimbangan- pertimbangan yang matang. Kriteria pemilihan media : Kesesuaian dengan Tujuan yang ingin dicapai, Kesesuaian dengan materi pembelajaran, dan Kesesuaian dengan kondisi lingkungan, fasilitas pendukung, dan waktu yang tersedia.

      Hapus
  2. jelaskan alasan mengapa Salah satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam pembelajaran adalah kerucut pengalaman Dale.

    BalasHapus
  3. (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.media dan bahan pembelajaran itukan banyak jenisnya,bagaimana kriteria milihan media dan bahan pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran kimia?

    BalasHapus
  4. (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.media dan bahan pembelajaran itukan banyak jenisnya,bagaimana kriteria milihan media dan bahan pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran kimia?

    BalasHapus
  5. Pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa. Coba anda sebutkan manfaat positif dari penggunaan media
    sebagai bagian integral pengajaran di kelas itu apa saja!

    BalasHapus
  6. jelaskan hubungan media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dengan bantuan media pembelajaran

      Hapus
  7. landasan teori apa yang dipakai dalam pembelajaran kimia ? dan apa yang membedakan setiap landasan teori !

    BalasHapus
  8. Bagaimanakah ciri atau karakteristik media pembelajaran yang baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arsyad (2013: 74) menjelaskan bahwa kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Maka beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut:

      -Sesuai Dengan Tujuan
      -Praktis, Luwes, dan Bertahan
      -Mampu dan Terampil digunakan


      Pemilihan media pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran yang memperhatikan kriteria-kriteria tersebut akan menghasilkan atau menemukan media pembelajaran yang berkualitas dan sesuai atau tepat digunakan untuk masing-masing materi pembelajaran

      Hapus
  9. bagaimana peran multimedia dalam pwmantapan pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Media pembelajaran yang dipilih juga mampu dengan mudah membantu guru menyampaikan materi kepada siswa, siswa juga dapat lebih mudah menerima dan memahami materi pembelajaran dengan bantuan media pembelajaran yang sudah dipilih berdasarkan kriteria diatas.

      Beberapa nilai tambah lain juga bisa didapat jika tepat dalam pemilihan media pembelajaran. Misalnya saja siswa mampu menambah atau meningkatkan keterampilan tertentu seperti mendengarkan dan konsentrasi. Dari segi ke-ekonomis-an pemilihan media pembelajaran yang mampu digunakan berkali-kali juga sangat dapat menekan biaya atau anggaran untuk pengadaan dan produksi media pembelajaran.

      Hapus
  10. Dari keempat landasan teoritis multimedia tersebut mana yang lebih berperan ?

    BalasHapus
  11. jelaskan beserta contoh mengapa multimedia pembelajaran sangat diperlukan?

    BalasHapus
  12. kenapa harus menggunakan multimedia dalam pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti halnya pengertian multimedia itu sendiri yaityu sebagai alat bantu, jadi kita sebagai seorang guru dianjurkan menggunaan multimedia untuk mengajarkan materi yang kita anggap sulit agar membantu para siswa memahami materi yang kita sampaikan

      Hapus
  13. Jelaskan mengenai pendekatan humanis.

    BalasHapus
  14. Apa yang dimaksud dengan Dehumanisasi dalam pendidikan, serta berikan contohnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dehumanisasi dalam pendidikan dimaksudkan sebagai proses pendidikan yang terbatas pada pemindahan ilmu pengetahuan , sedangkan humanisasi merupakan proses pemberdayaan masyarakat melalui ilmu pengetahuan. Dalam prakteknya, institusi pendidikan lebih merupakan proses transfer ilmu dan keahlian daripada usaha pembentukan kesadaran dan kepribadian peserta didik sebagai pembimbing moralnya melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki. Padahal, kecenderungan pendidikan yang sekedar transfer ilmu dan keahlian dan mengabaikan pembangunan moralitas merupakan ciri utama dehumanisasi pendidikan.
      Contohnya Pelanggaran etika dan norma-norma sosial lainnya yang mewabah di kalangan terpelajar menunjukkan bahwa telah terjadi dehumanisasi pendidikan pada hampir setiap jenjang pendidikan yakni perkelahian antar siswa, baik yang terjadi di dalam satu sekolahan sendiri maupun melakukan penyerangan ke salah satu sekolahan, geng pelajar, aborsi, penyalahgunaan pornografi dan obat terlarang di kalangan siswa, dan sebagainya. Pelanggaran etika dan norma-norma sosial lainnya yang mewabah di kalangan terpelajar menunjukkan bahwa telah terjadi dehumanisasi pendidikan pada hampir setiap jenjang pendidikan.

      Hapus
  15. Apa dasar dari landasan empiris ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film.

      Hapus